Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menjadi pendorong utama transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor pelayanan kesehatan. Kualitas layanan di sebuah klinik modern tidak lagi hanya diukur dari kompetensi tenaga medis, tetapi juga dari keseluruhan pengalaman pasien, mulai dari saat mendaftar hingga selesai menerima perawatan. Salah satu titik krusial yang sering menjadi keluhan dan tantangan operasional terbesar adalah proses manajemen antrian. Banyak fasilitas kesehatan, khususnya klinik, masih mengandalkan sistem antrian manual yang menimbulkan waktu tunggu tidak pasti dan penumpukan pasien. Sebagai solusi awal, banyak klinik mengadopsi sistem booking (pemesanan) online. Namun, sistem booking sederhana seringkali hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya. Jika sistem antrian hanya diurutkan berdasarkan waktu booking, alur pelayanan menjadi kaku dan tidak efisien. Pasien yang memiliki nomor booking awal namun datang terlambat akan menghambat seluruh alur. Sebaliknya, pasien yang mendaftar belakangan namun datang lebih awal (tepat waktu) terpaksa harus menunggu pasien yang belum hadir. Untuk mengatasi inefisiensi ini, diperlukan arsitektur sistem yang lebih cerdas yang mampu memisahkan antara proses antrian pendaftaran (Booking) dengan proses antrian panggilan (Call). Kunci dari pemisahan ini adalah implementasi proses validasi kedatangan di tempat, atau yang dikenal sebagai check-in.