Perkembangan teknologi informasi yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan, khususnya sektor ekonomi dan bisnis. Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku usaha yang ingin mempertahankan eksistensi dan daya saingnya di tengah pasar yang semakin kompetitif. Pemanfaatan teknologi komputer dan internet memungkinkan proses bisnis berjalan lebih cepat, akurat, dan efisien. Salah satu implementasi teknologi yang paling krusial dalam dunia perdagangan adalah sistem pencatatan transaksi dan manajemen stok. Dalam konteks Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peralihan dari sistem manual ke sistem digital menjadi langkah strategis untuk meminimalisir kesalahan manusia (human error) dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Sistem Point of Sales (POS) atau sering disebut sebagai sistem kasir merupakan salah satu bentuk teknologi yang dirancang untuk memfasilitasi proses transaksi penjualan secara elektronik. Tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung pengganti mesin kasir konvensional, sistem POS modern memiliki kemampuan integrasi data yang memungkinkan pemilik usaha untuk memantau stok barang, merekapitulasi laporan penjualan harian, hingga menganalisis tren penjualan secara real-time. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi dalam manajemen penjualan melalui aplikasi POS berbasis web terbukti mampu membantu UMKM dalam mengelola transaksi secara lebih akurat dan efektif (Andy & Widiono, 2024; Hidayatullah dkk., 2025). Keberadaan sistem ini menjadi solusi atas permasalahan klasik dalam manajemen ritel, yaitu ketidaksesuaian data antara stok fisik dengan catatan pembukuan yang sering terjadi akibat pencatatan manual.