Perkembangan perangkat lunak, terutama di era digital saat ini, menunjukkan kemajuan pesat baik dari segi teknologi maupun metodologi. Sejak awal pengembangan perangkat lunak, metodologi tradisional seperti Waterfall telah banyak disempurnakan dan kini banyak bergeser ke pendekatan Agile yang lebih fleksibel dan iteratif (Eswaran & Eswaran, 2024). Perubahan ini tidak hanya mencerminkan evolusi dalam cara pengembangan dilakukan, tetapi juga menandakan perubahan dalam cara tim pengembang berinteraksi dengan pengguna dan merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Metodologi Agile, yang menekankan kolaborasi tim dan umpan balik berkelanjutan, memungkinkan pengembang untuk lebih responsif terhadap perubahan permintaan dan meningkatkan kualitas produk akhir. Dalam konteks pengembangan aplikasi mobile, salah satu kerangka kerja yang patut dicatat adalah Flutter. Flutter telah menjadi pilihan utama karena kemampuannya dalam mendukung pembangunan aplikasi yang dapat menjalankan sistem operasi iOS dan Android secara bersamaan (Permana et al., 2025; Kumar, 2025). Dengan menggunakan Flutter, pengembang tidak hanya dapat menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menghasilkan aplikasi dengan performa tinggi dan tampilan yang menarik.