Peran Serta Program Permodalan Nasional Madani (Mekaar) Dalam Meningkatkan Kesejahtraan Ibu-Ibu Prasejahtera Di Kecamatan Tambaksari Surabaya Oleh : Yossy Claudia Martinez - 1111600109 - Fak. FISIP Email: yossyclaudia105@gmail.com Abstrak Salah satu kota di Indonesia yang memberikan pengembangan dibidang UMKM adalah Kota Surabaya. Kota Surabaya mempunyai peran yang strategis bagi pengembangan wilayah di Propinsi Jawa Timur. Secara geografis letak kota Surabaya sangat strategis dan merupakan titik pusat dimana daerah sekitar mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Surakarta. Salah satu kelurahan yang menyumbang UMKM terbanyak adalah Kelurahan Kapas madya baru, Kelurahan Kapas madya baru juga mempunyai keluarga pra sejahtera terbesar di kota Surabaya. Dikota Surabaya sendiri sumber-sumber permodalan menjadi salah satu kendala yang sering terjadi dalam mengembangkan usaha atau membentuk usaha. Dengan tidak adanya modal maka produktivitas dari suatu usaha tersebut akan menurun dan akhirnya para pelaku usaha akan gulung tikar. PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibentuk oleh pemerintah dengan maksud dan tujuan dalam rangka memberdayakan usaha mikro dan kecil. PT. PNM melalui salah satu programnya yaitu Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) telah melaksanakan program tersebut untuk membantu menyejahterakan UMKM dan wanita pra sejahtera dalam bentuk suntikan modal usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan yang dilakukan oleh PT. PNM melalui program Mekaar. Lokasi penelitian dilakukan di PT. PNM Mekaar Tambaksari, Surabaya dan Kelurahan Kapas Madya Baru. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dengan Hasil dari penelitian ini yaitu PT. PNM Mekaar Tambaksari telah melaksanakan pemberdayaan UMKM khususnya ibu-ibu pra sejahtera dalam mengatasi pelaku UMKM yang kekurangan modal usaha untuk membuka usaha maupun untuk mengembangkan usaha dari modal yang di berikan oleh PT. PNM Mekaar. Pemberdayaan yang di berikan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sesuai teori yang sudah di cantumkan. Proses pertama yaitu penyadaran dimana para petugas memberikan brosur dan memberikan informasi secara singkat. Proses kedua yaitu pengkapasitasan, pada proses ini pemberian informasi kepada kelompok, pembuatan kelompok, dan pemberitahuan tentang cara main atau prosedur yang harus diikuti. Tahap terakhir yaitu Pemberian dana yaitu pemberian permodalan usaha produktif bagi rumah tangga untuk membuka atau meneruskan usaha yang sudah di jalankan sebelumnya. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika dalam kegiatan pemberdayaan terjadi kendala-kendala. Kata kunci : pengembangan, prasejahtera,pemberdayaan.