Penelitian ini berfokus kepada perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur karena perusahaan manufaktur salah satu hal penting untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perusahaan manufaktur Indonesia saat ini tidak terdiversifikasi dan hanya mengekspor jenis produk yang relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan menganalisis hubungan keputusan investasi, keputusan pendanaan, keputusan operasional, financial distress, Good Corporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan. Sampel pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang bergerak pada sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode laporan keuangan 3 tahun yaitu tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SmartPLS dengan analisis uji outer model dan uji inner model. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keputusan operasional terhadap financial distress berpengarh signifikan, keputusan operasional terhadap nilai perusahaan berpengaruh signifikan dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan berpengaruh signifikan. Hubungan variabel lain menunjukkan hasil tidak signifikan terhadap financial distress dan nilai perusahaan.