ILO memperkirakan sekitar 2,3 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan atau penyakit kerja. Di Indonesia, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) meningkat dari 2019 hingga November 2023, terutama di industri jasa konstruksi pada proyek-proyek strategis nasional. Pada proyek Pembangunan PLTU Lombok FTP 2 sepanjang 2023, telah ditemukan beberapa kasus kecelakan kerja, diantaranya near misses, property damage, pertolongan pertama dan kebakaran. Safety performance adalah metode umum untuk mengevaluasi efektivitas dan kecukupan sistem manajemen keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara safety performance dengan beberapa variabel yang telah diteliti sebelumnya antara lain; safety knowledge, safety climate, safety motivation dan safety behavior pada pekerja konstruksi PLTU Lombok FTP 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang menekankan pada data berupa angka-angka dan pengolahannya dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja konstruksi PLTU Lombok FTP 2 periode Maret 2024 yang berjumlah 278 dengan sampel sebanyak 165 pekerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) safety knowledge berpengaruh signifikan terhadap safety behavior, (2) safety knowledge berpengaruh signifikan terhadap safety performance, (3) safety climate berpengaruh signifikan terhadap safety behavior, (4) safety climate berpengaruh tidak signifikan terhadap safety performance, (5) safety motivation berpengaruh signifikan terhadap safety behavior, (6) safety motivation berpengaruh signifikan terhadap safety performance, dan (7) safety behavior berpengaruh signifikan terhadap safety performance.