Kualitas Hidup Istri yang Menikah dengan Belis Ditinjau dari Resiliensi dan Self-Esteem

  • No. Klas: 009/MPSI/Lad/K/2024
  • Pengarang: Paula Kristiani Widyaningsih Kale Lado
  • Pembimbing: IGAA Noviekayati, Niken Titi Pratitis
  • Penerbit: Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, 2024
  • Kolasi: xv, 138 hlm. ; 26 cm.
  • Sinopsis:

    Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang dikenal sebagai negara kepulauan dengan dilengkapi dengan beragam kebudayaan, suku, ras, adatistiadat dan tradisi yang berbeda pada tiap masyarakatnya yang ada. Salah satu contoh perbedaan budaya yang dimiliki Indonesia adalah terkait dengan adat pernikahan yang kental dengan budaya daerah setempat salah satunya yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur yang dalam melangsungkan pernikahan memerlukan belis atau mas kawin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan selfesteem dengan kulaitas hidup istri yang menikah dengan belis. Subyek penelitian ini adalah 267 istri yang menikah dengan belis di Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Teknik sampling yang digunkan adalah cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian booklet secara langsung oleh istri yang menikah dengan belis yang berisikan alat ukur yang dibuat oleh peneliti. Adapun alat ukur dalam penelitian ini (1) Skala Kualitas Hidup (48 aitem; α=0,958), (2) Skala Resiliensi (34 aitem;α=0,937), (3) Skala self-esteem (22 aitem;α=0,921). Analisis data yang digunakan adalah analisis Spearman Brown. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kualitas hidup. Semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi kualitas hidup istri yang menikah dengan belis. Ada hubungan positif yang signifikan antara self-esteem dengan kualitas hidup. semakin tinggi self-esteem maka semakin tinggi kualitas hidup istri yang menikah dengan belis.

Max Digital Copy
Pinjaman Aktif

0
Eksemplar
N.I.B
Status
1
85/TES/PPS/XII/2025
Ada