Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada karyawan Gen Z. Gen Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 350 karyawan Gen Z. Instrumen pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu skala kepuasan kerja, skala persepsi dukungan organisasi, dan skala keterikatan kerja yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa nilai korelasi antara Kepuasan Kerja dengan Keterikatan Kerja sebesar skor t -1.466 dengan signifikansi 0.143 (p>0.05). Artinya tidak ada hubungan signifikan antara Kepuasan Kerja dengan Keterikatan Kerja. Kemudian diperoleh nilai korelasi antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja sebesar skor t -0.462 dengan signifikansi 0.645 (p>0.05). Artinya tidak ada hubungan signifikan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja. Sementara itu diperoleh nilai korelasi skor R = 0.083 dengan signifikansi 0.302 (p>0.01). Artinya tidak ada hubungan antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja. Artinya semakin tinggi rendahnya Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi tidak mempengaruhi tinggi rendah Keterikatan Kerja pada karyawan Gen Z. Sumbangan efektif dalam penelitian ini sebesar 0.007. Artinya Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi memiliki pengaruh sebesar 0.7% terhadap Keterikatan Kerja.