Kecenderungan adalah harsat atau kesiapan-reaktif yang tertuju pada obyek yang konkit, dan selalu muncul berulang kali pada diri seseorang (Kartini Kartono., 1996). Kecanduan media sosial merupakan kondisi di mana individu tidak mampu mengendalikan penggunaan media sosial secara intensif dan berlebihan, yang dapat memicu gangguan psikologis dan sosial (Kootesh et al., 2016). Penggunaan media sosial dapat membuat remaja kurang peduli terhadap pendidikan mereka, yang berdampak pada keterlambatan dalam menyelesaikan tugas sekolah, berkurangnya waktu belajar, dan penurunan signifikan dalam prestasi akademik di sekolah (Mim et al., 2018). Perilaku kecanduan media sosial juga dapat disebabkan oleh kemampuan individu untuk mengontrol dirinya. Kecanduan media sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah self control (Muna & Astuti, 2014).. Fear of missing out merupakan faktor lain yang mempengaruhi kecanduan media sosial (Fathadika & Afriani, 2018). Setiap individu yang mengalami fear of missing out dapat memungkinkan dirinya terikat dengan media sosial, karena karakteristrik individu yang mengalami fear of missing out dapat memungkinkan dirinya terikat dengan media sosial (Przybylksi., at al , 2013). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda. Sampel berjumlah 92 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hasil regresi menunjukkan hipotesis diterima, yakni adanya hubungan antara self control dan fear of missing out dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada remaja.