Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan psychological well-being melalui resiliensi sebagai mediator pada mahasiswa dengan orang tua yang menerapkan tradisi bapukung di Kalimantan Selatan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiwa di Kalimantan Selatan dengan total 89.980. Subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 273 mahasiswa. Teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, secara spesifik penelitian ini menggunakan teknik korelasi mediated multiple regression. Hasil pada jalur a menunjukkan ada hubungan antara self-compassion dengan resiliensi dengan nilai estimasi sebesar 0,41 dan signifikansi p<0,001. Jalur c’ada hubungan antara self-compassion dengan psychological well-being dengan nilai estimasi sebesar 0,94 dan signifikansi p<0,001, ada hubungan positif yang sangat signifikan. Jalur b menujukkan nilai estimasi 0,124 dengan p<0,001. Artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi psychological well-being yang dimiliki mahasiswa. Keseluruhan nilai estimate sebesar 0,05 dengan p<0,001 dan z = 3,07 (z>1,96). Artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara self-compassion dengan psychological well-being melalui reseliensi. Nilai estimasi 0,050 berada diantara 0,018 sampai 0,083 pada koefisien confidence interval yang artinya terdapat hubungan tidak langsung (indirect effect) antara self-compassion dengan psychological well-being melalui resiliensi.