Setiap orang akan menjalani siklus kehidupan dan melintasi berbagai tahap perkembangan sepanjang perjalanan hidupnya, termasuk memasuki tahap perkembangan usia dewasa awal, yaitu usia 20-30 tahun. Pada usia ini, individu rentan merasa kebingungan, ketidakpastian, dan tekanan dalam menentukan arah hidup atau yang disebut dengan quarter life crisis. Resiliensi dan psychological well-being menjadi faktor penting dalam membantu individu menghadapi tantangan pada fase ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara resiliensi dengan psychological wellbeing pada individu yang mengalami quarter life crisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode accidental sampling. Populasi yang memenuhi kriteria penelitian ini adalah 147. Pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson Product. Hasil penelitian berdasarkan teknik korelasi Pearson Product Moment adalah r= 0,842 dengan sig 0,00 (p <0,05), sehingga resiliensi dengan psychological well-being berkorelasi secara positif, yang artinya semakin tinggi resiliensi individu yang mengalami quarter life crisis, semakin tinggi pula psychological well-being yang dimilikinya, dan sebaliknya. Pada penelitian ini resiliensi memberikan sumbangan efektif sebesar 70,9% kepada psychological well-being.