Meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi Z, yang cenderung menampilkan versi ideal diri mereka secara online, menciptakan perbedaan antara dunia nyata dan maya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self esteem dan narsisme dengan presentasi diri di media sosial pada generasi Z, baik secara parsial maupun simultan. Subjek penelitian adalah 151 responden dari generasi Z yang aktif dalam membuat postingan. Dengan pendekatan kuantitatif, data dianalisis menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narsisme memiliki korelasi signifikan terhadap presentasi diri (t = 2,397, p = 0,018), sementara self esteem tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,270). Analisis simultan menunjukkan bahwa self esteem dan narsisme secara bersama-sama mempengaruhi presentasi diri dengan nilai sig sebesar 0,010. Meskipun kontribusi narsisme lebih dominan dengan sumbangan efektif sebesar 0,046%, secara keseluruhan kedua variabel ini hanya menjelaskan sebagian kecil dari faktor-faktor yang memengaruhi presentasi diri (R² = 0,060). Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memperhatikan narsisme sebagai faktor utama dalam memahami perilaku presentasi diri di media sosial, serta mendorong penelitian lebih lanjut terhadap variabel lain yang mungkin memiliki pengaruh lebih signifikan.