Implementasi kurikulum merdeka bertujuan untuk menciptakan proses belajar mengajar fleksibel, namun seringkali memunculkan tekanan akademik yang berdampak pada stres akademik siswa. Siswa dalam hal ini perlu mengenal kondisi dan situasi yang ada sehingga self-disclosure menjadi suatu langkah penting yang perlu dimiliki, juga kepribadian tangguh membuat siswa mampu menghadapi stres dan menerima situasi akademis yang muncul sebagai langkah pengembangan diri. Penelitian dilakukan kepada 238 siswa SMK X di Kota Surabaya dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure dan academic hardiness memiliki hubungan simultan dengan academic stress pada siswa SMK. Siswa dengan self-disclosure mempunyai kemampuan untuk mengemukakan informasi diri, didukung dengan kepribadian academic hardiness menjadikan seseorang lebih kuat, tahan, dan optimis sehingga academic stress menurun. Hasil berikutnya menunjukkan self-disclosure memiliki hubungan negatif dengan academic stress siswa SMK. Pengungkapan diri yang dilakukan dengan orang terdekat mampu mengurangi stres akademik karena masalah dan konflik di lingkungan sekitarnya dapat dikemukakan pada sahabatnya. Hasil hipotesis ketiga menunjukkan bahwa academic hardiness memiliki hubungan negatif dengan academic stress siswa SMK. Siswa dengan kepribadian tangguh mampu menghadapi stresor secara positif karena siswa mampu mengidentifikasi kegiatan di sekitarnya.