Ibu single parent sering menghadapi beban ganda dan keterbatasan dukungan sosial, yang meningkatkan risiko stres pengasuhan. Resiliensi diperkirakan memengaruhi keberhasilan dalam intervensi yang diberikan. Sehingga penelitian ini bertujuan menguji efektivitas mindfulness parenting dalam mengurangi stres pengasuhan pada ibu single parent serta menganalisis perbedaan penurunan stres berdasarkan tingkat resiliensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan 6 subjek ibu tunggal. Data dikumpulkan melalui skala stres pengasuhan dan resiliensi yang telah diuji validitasnya. Analisis dilakukan menggunakan uji wilcoxon dan kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness parenting secara signifikan menurunkan tingkat stres pengasuhan (p = 0,028). Semua subjek mengalami penurunan stres pada posttest dibandingkan pretest. Namun, analisis perbedaan berdasarkan tingkat resiliensi menunjukkan hasil tidak signifikan (p = 0,102). Meskipun kelompok resiliensi tinggi menunjukkan penurunan stres lebih besar, perbedaan ini tidak cukup kuat secara statistik. Kesimpulannya, mindfulness parenting efektif dalam menurunkan stres pengasuhan pada ibu tunggal, tanpa dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat resiliensi. Intervensi ini membantu ibu mengelola stres dengan lebih baik dan memperbaiki hubungan dengan anak. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program berbasis mindfulness untuk mendukung kesejahteraan ibu tunggal dalam pengasuhan.