Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara childhood maltreatment, persepsi terhadap pasangan, dan kepuasan hubungan pada penyintas kekerasan masa kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 115 penyintas berusia 20-30 tahun di Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala Likert yang mengukur childhood maltreatment, persepsi terhadap pasangan, dan kepuasan hubungan.Hasil analisis menunjukkan korelasi negatif signifikan antara childhood maltreatment dan kepuasan hubungan (t = -5,747, p<0,05), artinya semakin tinggi pengalaman buruk masa kecil, semakin rendah tingkat kepuasan hubungan. Sebaliknya, ditemukan korelasi positif signifikan antara persepsi terhadap pasangan dan kepuasan hubungan (t = 4,884, p<0,05), yang berarti semakin positif persepsi individu terhadap pasangannya, semakin tinggi tingkat kepuasan hubungan.Analisis regresi berganda menunjukkan hubungan signifikan antara childhood maltreatment, persepsi terhadap pasangan, dan kepuasan hubungan (F = 54,697, p<0,05). Childhood maltreatment dan persepsi terhadap pasangan secara bersama-sama memberikan kontribusi efektif sebesar 49,9% terhadap kepuasan hubungan. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil dan persepsi terhadap pasangan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan tingkat kepuasan hubungan individu.